Minggu, 2 Agustus 2026
Mowundo– PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Konut melalui Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Hubungan Eksternal (CSR & ER) kembali melaksanakan program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Kali ini, perusahaan sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi pemanfaatan pekarangan rumah yang dikaitkan erat dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, yang berlangsung di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konut, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan pembinaan masyarakat ini dipimpin langsung oleh Divisi CSR & ER PT ANTAM UBPN Konut, Fredy Utama. Turut hadir mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut Kepala Unit Kerja Pengembangan Masyarakat Andi Aswar, Spesialis Hubungan Eksternal Serly Mangantibe, serta Kepala Desa Mowundo Naniyatin, S.Pd. Kehadiran jajaran manajemen perusahaan bersinergi penuh dengan pemerintah desa menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun kemandirian masyarakat di wilayah sekitar operasi pertambangan.

Dalam sambutannya, Fredy Utama menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan jangka panjang masyarakat, khususnya dalam aspek pemenuhan kebutuhan pangan yang berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa ketahanan pangan keluarga adalah fondasi utama terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan mandiri. Padahal, setiap rumah warga sebenarnya memiliki aset berharga yang sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal, yaitu pekarangan rumah. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak warga Desa Mowundo untuk mengubah lahan kosong di sekitar tempat tinggal menjadi sumber pangan yang bisa diandalkan sehari-hari,” ujar Fredy di hadapan para peserta.

Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak bertujuan untuk mengajarkan teknik pertanian yang rumit atau membutuhkan biaya besar, melainkan mengoptimalkan apa yang sudah dimiliki warga agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi keluarga.
Sementara itu, Kepala Desa Mowundo Naniyatin, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian dan perhatian PT ANTAM UBPN Konut terhadap kehidupan warganya. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat tepat sasaran dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim PT ANTAM. Bagi kami, pangan adalah kebutuhan pokok yang harus selalu tersedia. Dengan memanfaatkan pekarangan sendiri, kami tidak hanya bisa menghemat pengeluaran keluarga, tetapi juga menjamin kebersihan dan keamanan makanan yang kami konsumsi bersama anak dan istri. Semoga ilmu yang kami dapatkan hari ini bisa segera kami terapkan dan menjadi contoh bagi tetangga lainnya,” ungkap Naniyatin dengan antusias.
Materi edukasi yang disampaikan dalam kegiatan ini dirancang secara praktis dan mudah dipahami oleh seluruh kalangan masyarakat. Mulai dari pengenalan konsep ketahanan pangan berbasis rumah tangga, pemilihan jenis tanaman yang cocok dengan kondisi tanah dan iklim di Desa Mowundo, teknik pengolahan tanah yang sederhana namun efektif, cara penanaman yang tepat, hingga pembuatan pupuk alami dari limbah organik rumah tangga.
Para peserta juga diberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai jenis tanaman yang dapat dibudidayakan di lahan terbatas, antara lain tanaman sayuran bernilai gizi tinggi seperti bayam, kangkung, cabai, tomat, dan terong; tanaman obat keluarga yang bermanfaat untuk kesehatan seperti jahe, kunyit, kencur, dan lengkuas; serta tanaman buah berukuran kecil seperti pepaya, pisang, dan cabai rawit yang bisa tumbuh subur di halaman rumah.

Kepala Unit Kerja Pengembangan Masyarakat Andi Aswar menjelaskan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan memiliki dampak yang sangat luas, tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan makan semata.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal tersedianya makanan, tetapi juga soal kualitas gizi yang baik dan kemandirian keluarga dalam memenuhinya. Ketika warga bisa menanam sendiri sayur dan obat-obatan yang dibutuhkan, maka asupan gizi keluarga akan lebih terjaga dan bebas dari bahan kimia berbahaya. Selain itu, sisa hasil panen yang melimpah masih bisa dijual atau ditukar dengan tetangga, sehingga menambah pendapatan keluarga,” jelas Andi Aswar.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, PT ANTAM UBPN Konut menegaskan tidak akan berhenti pada penyampaian materi saja. Pihak perusahaan melakukan pemantauan dan pendampingan berkala guna memastikan ilmu yang diberikan benar-benar diterapkan dan memberikan hasil yang nyata.

Melalui kegiatan ini, PT ANTAM UBPN Konut kembali membuktikan bahwa keberadaan perusahaan selalu beriringan dengan kemajuan masyarakat sekitar. Sinergi yang terjalin antara perusahaan dan pemerintah desa menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan Desa Mowundo yang tidak hanya mandiri dalam pangan, tetapi juga sejahtera dan berkelanjutan. Semangat berbagi dan membangun bersama ini diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan dalam berbagai program positif lainnya di masa mendatang.


