Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua DPC PPWI Konawe Utara ( SUHARDIN)
Kemerdekaan Indonesia bukan sekadar upacara, pengibaran bendera Merah Putih, atau rangkaian perlombaan yang setiap tahun kita rayakan. Kemerdekaan adalah tentang bagaimana seluruh rakyat dapat merasakan arti kebebasan, kesejahteraan, keadilan, dan kesempatan yang sama untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, kita patut bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh rakyat?
Di tengah berbagai capaian pembangunan yang terus digaungkan, masih banyak masyarakat yang harus berjuang menghadapi persoalan ekonomi. Harga kebutuhan hidup terasa semakin berat, daya beli masyarakat menjadi tantangan, sementara kesempatan mendapatkan pekerjaan yang layak belum sepenuhnya terbuka bagi semua orang.
Yang paling memprihatinkan adalah generasi muda. Banyak anak bangsa telah menyelesaikan pendidikan, memiliki ijazah dan keterampilan, tetapi setelah keluar dari bangku sekolah maupun perguruan tinggi, mereka kembali berhadapan dengan satu pertanyaan besar: “Mau bekerja di mana?”
Lapangan pekerjaan yang tersedia belum selalu sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memilih pekerjaan apa saja yang penting bisa bertahan hidup. Bahkan, sebagian anak muda harus meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan di daerah lain.
Inilah wajah kemerdekaan yang harus kita renungkan.
Kita tidak sedang mengatakan bahwa Indonesia tidak mengalami kemajuan. Pembangunan infrastruktur, digitalisasi, investasi, dan berbagai program pemerintah tentu patut diapresiasi. Namun, pembangunan tidak boleh hanya diukur dari gedung yang berdiri, jalan yang terbangun, atau angka pertumbuhan ekonomi.
Ukuran paling sederhana dari keberhasilan pembangunan adalah apakah rakyat bisa hidup lebih layak, mendapatkan pekerjaan, mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, dan memiliki harapan terhadap masa depan. Kemerdekaan seharusnya memberikan ruang bagi rakyat untuk berdiri dengan kaki sendiri.
Karena itu, pemerintah di semua tingkatan perlu terus mencari terobosan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang produktif dan berkelanjutan. Investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal. Program pemberdayaan ekonomi jangan berhenti pada seremoni. Pelatihan tenaga kerja harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Di daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah, masyarakat sekitar semestinya tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi melalui lapangan kerja, UMKM, koperasi, usaha jasa, maupun sektor produktif lainnya.
Begitu pula dengan generasi muda. Mereka tidak cukup hanya diberikan nasihat agar “menciptakan pekerjaan sendiri”. Negara juga harus memastikan ekosistemnya tersedia: akses permodalan, pendidikan yang relevan, pelatihan keterampilan, teknologi, pasar, serta perlindungan bagi pekerja.
Kemerdekaan ekonomi adalah ketika seseorang tidak lagi merasa takut menghadapi hari esok karena memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak. Memasuki usia 81 tahun Indonesia merdeka, sudah saatnya semangat kemerdekaan diterjemahkan ke dalam kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan rakyat.
Jangan sampai kita terlalu sibuk merayakan kemerdekaan secara seremonial, sementara masih banyak rakyat yang merasa belum merdeka dari kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan sulitnya mendapatkan kehidupan yang layak. Merah Putih yang kita kibarkan setiap Agustus bukan hanya simbol perjuangan para pahlawan masa lalu. Ia adalah pengingat bahwa perjuangan belum selesai.
Dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan. Hari ini, perjuangan kita adalah memastikan kemerdekaan itu benar-benar menghadirkan kesejahteraan.
Merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan. Merdeka adalah ketika rakyat memiliki pekerjaan, memiliki penghasilan, memiliki kesempatan, dan memiliki harapan. Selamat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.Dirgahayu Republik Indonesia, Kemerdekaan harus terasa di setiap rumah, bukan hanya terlihat di setiap bendera.

